Memaknai relasi agama dan budaya

Agenda pemurnian (purifying) ajaran Islam yang diusung oleh golongan konservatif dalam perkembangannya bereskalasi ke arah perilaku intoleran, otoritarian, bahkan fasistik.

Imajinasi populer dalam politik kita

Arah politik, dalam banyak hal juga ditentukan oleh imajinasi. Politik yang digerakkan oleh imajinasi kolektif tentang kebangsaan dan kemanusiaan, niscaya akan membentuk pola dan perilaku politik yang bertumpu pada nalar sehat dan berorientasi pada transformasi sosial.

Idulfitri dan semangat rekonsiliasi sosial politik

Jika kita mampu menjadikan momentum Idul Fitri dan bulan Syawal tahun ini sebagai ajang rekonsiliasi sosial-politik nasional, kita patut optimis bahwa hari-hari ke depan kebencian, hujatan dan fitnah akan berkurang dari ruang-ruang publik kita.

Impor dosen, nasionalisme, dan globalisasi perguruan tinggi

Kebijakan impor dosen asing adalah dilema bagi dunia pendidikan tinggi kita. Di satu sisi, kebutuhan untuk berkiprah di kancah internasional adalah sebuah keharusan. Di sisi lain, kebijakan impor dosen asing juga kian menegaskan karakter pemerintah yang ingin segala sesuatu berjalan secara instan.

Menyoal wacana Pilkada Tidak Langsung

Alih-alih memberikan wewenang berlebih pada DPRD, pemerintah dan DPR idealnya berpikir keras menyusun satu formula mekanisme demokrasi lokal yang efektif, murah dan bebas dari praktik politik menyimpang.

Politik dinasti, korupsi dan masyarakat yang permisif

Momen pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018 yang akan digelar di 171 daerah seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk menghapus praktik politik dinasti. Patut disayangkan memang, bahwa masih banyak calon-calon kepala daerah di pilkada serentak 2018 yang terkait dengan dinasti

Membaca arah politik partai Islam

Tak ada jalan lain bagi partai Islam selain berbenah. Belajar dari partai nasionalis-sekuler sembari membaca perubahan sosiologis umat muslim adalah keharusan.

1 dari 2 halaman