Setelah museum terbakar
Literasi
Setelah museum terbakar

Jakarta bisa punya museum yang lebih banyak lagi, agar warganya bisa lebih melek sejarah. Namun, untuk apa punya banyak museum jika kita tidak bisa merawatnya.

Memburu sorga di Puncak
Memburu sorga di Puncak

Dalam pengajian kita membayangkan nikmat sorga yang dijanjikan. Sementara, dalam pelesiran kita menemukan kembali sorga yang hilang.

Geng dan pengharapan
Geng dan pengharapan

Sayangnya, guru-guru itu tidak siap mengajarkan materi yang banyak dan terintegrasi. Mereka hanya akan mengajar yang mereka mampu.

Di rumah tukang sihir
Catatan dari Ceko
Di rumah tukang sihir

Tugas seni sebagai abdi setia keindahan sudah berakhir lama dan kau memperpanjang masa itu hingga hari ini.

Biebl: Dilema seorang penyair
Catatan dari Ceko
Biebl: Dilema seorang penyair

Penyair Konstantin Biebl pernah tinggal di Jawa. Buku puisinya tentang pengalamannya selama di Jawa menyuarakan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Batu silam, batu datang
Catatan dari Ceko
Batu silam, batu datang

Sejauh di Jakarta masih kekurangan ruang terbuka hijau yang nyaman dan menyejukkan, mengunjungi TPU bukanlah pilihan yang jelek.

Sorga di kolona, 30.9
Catatan dari Ceko
Sorga di kolona, 30.9

Ia ingat Sabtu ini adalah 30 September. Lima puluh dua tahun silam, 30 September 1965, di Jakarta terjadi peristiwa yang ikut mengubah seluruh hidupnya.

Hutan-Kota
Catatan dari Ceko
Hutan-Kota

Saya sebenarnya tidak terlalu menyukai kawasan Kota Tua Praha. Terlalu banyak manusia. Jejalannya seperti labirin, kerap menyesatkan.

Tentang sekularisasi kurban
Hari Raya Iduladha
Tentang sekularisasi kurban

Jika kebutuhan berkurban dan berzakat sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, banyak lagi masalah kemiskinan yang bisa kita selesaikan.

Sihir pepohonan
Sihir pepohonan

Kita membutuhkan pohon peneduh di tepi jalan. Bukan sekadar ada, tapi juga dirawat dan ditata.

Mudik dan sebuah serbuan
Mudik dan sebuah serbuan

Mudik adalah pula sebuah jeda, agar di kampung halaman kita bisa menjangkau kembali apa-apa yang tidak bisa lagi kita temukan atau rasakan di kota.

Nama dan jalan menuju Tuhan
Nama dan jalan menuju Tuhan

Banyak jalan menuju Tuhan. Setiap pejalan akan membawa diri masing-masing, lengkap dengan sisa debu dan risik angin pada tubuhnya.

Puasa nostalgik, puasa mutakhir
Puasa nostalgik, puasa mutakhir

Nalar kanak-kanak memandang dunia dengan lebih sederhana, termasuk saat menjalankan ibadah puasa. Orang dewasa telah membuat segala urusan jadi kompleks.

Menulis di kebun karet
Menulis di kebun karet

Sejelek apa pun tulisan, ia sesuatu yang lebih maju dari kebudayaan lisan. Dengan tulisan kita jadi punya barang bukti tentang seberapa maju peradaban kita.

Pledoi untuk hantu-hantu
Pledoi untuk hantu-hantu

Dalam film, hantu adalah sebuah bentuk perlawanan orang-orang yang telah kalah sebelumnya. Sayangnya, film-film horor kita selalu kehilangan sisi politisnya

Panggung dan bahasa
Panggung dan bahasa

Bahasa Indonesia terus-menerus mengikis ciri-ciri kedaerahan kita. Pada saat yang sama ia memperkaya dirinya dengan menyerap kosa-kata daerah kita. Paradoksal

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.