Hutan-Kota
Catatan dari Ceko
Hutan-Kota

Saya sebenarnya tidak terlalu menyukai kawasan Kota Tua Praha. Terlalu banyak manusia. Jejalannya seperti labirin, kerap menyesatkan.

Tentang sekularisasi kurban
Hari Raya Iduladha
Tentang sekularisasi kurban

Jika kebutuhan berkurban dan berzakat sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, banyak lagi masalah kemiskinan yang bisa kita selesaikan.

Sihir pepohonan
Sihir pepohonan

Kita membutuhkan pohon peneduh di tepi jalan. Bukan sekadar ada, tapi juga dirawat dan ditata.

Mudik dan sebuah serbuan
Mudik dan sebuah serbuan

Mudik adalah pula sebuah jeda, agar di kampung halaman kita bisa menjangkau kembali apa-apa yang tidak bisa lagi kita temukan atau rasakan di kota.

Nama dan jalan menuju Tuhan
Nama dan jalan menuju Tuhan

Banyak jalan menuju Tuhan. Setiap pejalan akan membawa diri masing-masing, lengkap dengan sisa debu dan risik angin pada tubuhnya.

Puasa nostalgik, puasa mutakhir
Puasa nostalgik, puasa mutakhir

Nalar kanak-kanak memandang dunia dengan lebih sederhana, termasuk saat menjalankan ibadah puasa. Orang dewasa telah membuat segala urusan jadi kompleks.

Menulis di kebun karet
Menulis di kebun karet

Sejelek apa pun tulisan, ia sesuatu yang lebih maju dari kebudayaan lisan. Dengan tulisan kita jadi punya barang bukti tentang seberapa maju peradaban kita.

Pledoi untuk hantu-hantu
Pledoi untuk hantu-hantu

Dalam film, hantu adalah sebuah bentuk perlawanan orang-orang yang telah kalah sebelumnya. Sayangnya, film-film horor kita selalu kehilangan sisi politisnya

Panggung dan bahasa
Panggung dan bahasa

Bahasa Indonesia terus-menerus mengikis ciri-ciri kedaerahan kita. Pada saat yang sama ia memperkaya dirinya dengan menyerap kosa-kata daerah kita. Paradoksal

Dadu dalam labirin
Dadu dalam labirin

Kita membutuhkan sikap yang lebih optimistis dalam menghadapi banyak persoalan hidup kita. Apalagi yang menyangkut rumah besar Indonesia.

Disebabkan oleh arsip
Disebabkan oleh arsip

Di tengah kota yang berubah sangat cepat, semacam Jakarta, kesadaran sejarah itu penting.

Merawat Indonesia dari Jakarta
Merawat Indonesia dari Jakarta

Merawat Indonesia hari ini dari Jakarta bukan perkara mudah. Di depan mata kita sedang terjadi pertarungan berbagai kekuatan yang mengancam keutuhan Indonesia.

Beragama dengan jempol
Beragama dengan jempol

Kita menggunakan media sosial untuk menyalurkan bukan hanya rindu kita akan Tuhan dan sorga, tetapi juga kebencian kita terhadap yang berlawanan dengan kita.

Harmoni pindang bandeng
Harmoni pindang bandeng

Perbedaan ras dan agama bukan lagi soal bagi orang Betawi sebab, sejak semula, kota yang mereka diami ini adalah kota kosmopolitan terpenting di Hindia Belanda.

Jakartanya Chairil, Jakarta kita
Jakartanya Chairil, Jakarta kita

Apa yang dikatakan Chairil lebih dari 60 tahun silam tidak sepenuhnya usang hari ini. Meski sudah lebih baik dan membetahkan namun tetap menyisakan masalah.

Jakarta kota sungai
Jakarta kota sungai

Sungai-sungai di Jakarta diselamatkan dengan cara dibikin lurus, kokoh sekaligus angkuh. Apa boleh buat, kita mesti menerimanya dalam rupa seperti itu.

Sosiologi nasi uduk
Sosiologi nasi uduk

Nasi uduk mengalami semacam perluasan dan menjadi semacam gaya hidup. Kreativitas memang akan memperluas dunia dan membuat hidup kita lebih nyaman.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.