Balibaru borobudur Ilustrasi Awan

Borobudur

Ilustrasi Image Ilustrasi Image

Bicara Borobudur tak lepas dari cagar budaya warisan dunia, Candi Borobudur. Candi terbesar Buddha yang tak hanya menjadi ikon Kabupaten Magelang dan Provinsi Jawa Tengah, melainkan juga kebanggaan Indonesia. Kemegahannya ibarat magnet menarik wisatawan, perlahan tapi pasti membangkitkan gairah wisata kawasan di sekitarnya.

Tanpa mengabaikan ketenarannya, kini orang datang ke Borobudur bukan hanya untuk melihat candi. Banyak bermunculan alternatif destinasi wisata di seputaran candi yang tak kalah menarik.

Seperti Museum Karmawibhangga di komplek Candi Borobudur. Sejumlah benda yang berhubungan dengan candi disimpan di sini. Termasuk ribuan batu asli yang bertebaran di halaman museum. Di museum ini juga tersimpan patung Buddha yang belum selesai digarap.

Salah satu yang sayang dilewatkan dari Borobudur adalah ritual Waisak. Upacara haribBesar umat Buddha ini digelar pada 27-29 Mei 2018. 

Pada puncak acara, para bhiksu dan jemaat menuju Candi Borobudur dari Candi Mendut melawati Candi pawon, Sungai Elo dan Sungai Progo. Dilanjutkan dengan ritual sembahyang mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali dilanjutkan meditasi. 

Puncak acara ditandai dengan pelepasan lampion yang juga bisa diikuti masyarakat umum. Lampion yang berjumlah seribu itu disebut lampu penerangan Pujha.

Selain perayaan Waisak, tradisi Ruwat Rawat Borobudur adalah satu yang sebaiknya tak Anda lewatkan. Kami akan mengajak Anda melihat prosesi yang diawali dengan "Memetri Candi, Nguri-uri Tradisi", Ringin Putih, Giritengah, Gleyaran sampai Kirab Budaya Ruwat Rawat Borobudur 2018 pada 6 Mei 2018.

Selain mengenal tradisi Buddha, pelancong juga bisa menyambangi Dusun Klipoh di Desa Karanganyar yang merupakan sentra gerabah di Magelang. 

Tak hanya melihat aneka barang dari gerabah, wisatawan pun bisa belajar membuat gerabah. Anda juga bisa menjelajahi Dusun Klipoh dengan sepeda ontel sewaan.

Sekitar lima kilometer dari Candi Borobudur, kami akan mengajak Anda menyambangi Kampung Bambu Klatakan. Kampung ini menawarkan alam yang asri dan sejuk dengan pemandangan hutan bambu.

Mengisi perut dengan menikmati nasi jagung kluban hingga minuman badeg atau nira kelapa adalah wajib hukumnya.