Balibaru mandalika Ilustrasi Awan

Mandalika

Ilustrasi Image Ilustrasi Image

Mandalika di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, adalah satu dari empat destinasi wisata yang diprioritaskan pemerintah untuk menjadi “Bali Baru”. Kawasan ini berlokasi di area selatan Lombok yang dikenal dengan pesisir luas menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Akhir tahun 2017, pemerintah Indonesia telah meresmikan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bertambahnya Mandalika menggenapi 12 KEK yang empat di antaranya merupakan KEK Pariwisata, yaitu: Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), dan Morotai (Maluku Utara). 

Dengan KEK Pariwisata sebagai produk unggulan, pemerintah berupaya menarik investor demi pengembangan industri pariwisata di Indonesia. KEK Mandalika dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), yang sebelumnya telah mengelola kawasan Nusa Dua di Bali.

Mandalika mencakup beberapa titik wisata yang sudah populer sebelumnya, seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, Tanjung Aan, dan Bukit Merese. Wilayah ini menawarkan pemandangan alam orisinal dan belum banyak terjamah infrastruktur. Oleh sebab itu pemerintah ingin memajukan kawasan-kawasan wisata di Mandalika lewat proyek besar “The Mandalika”.

The Mandalika diharapkan akan menjadi wisata pantai yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan rapi. Saat ini proses pembangunan masih terus dilakukan, terlihat sejumlah alat berat masih mendiami area tersebut. Pembangunan terfokus di tempat penginapan, restoran, toko cendera mata, dan pusat Usaha Kecil Menengah (UKM).

Saat ini baru ada Novotel di area Pantai Seger. Rencananya mulai tahun ini akan dilakukan pembangunan lima jaringan hotel kelas dunia lagi di Mandalika.

Pesona Lombok khususnya di Mandalika tidak kalah dengan pesona Gili Trawangan dan dua Gili lainnya. Selain keindahan alam, Mandalika juga menawarkan wisata budaya, salah satunya Festival Bau Nyale yang diadakan setiap tahun.

Festival ini ditata pemerintah setempat sebagai salah satu bumbu penarik wisatawan lokal maupun mancanegara sejak beberapa tahun lalu. 

Awalnya festival tahunan ini adalah tradisi warga lokal mencari cacing di lautan yang sedang surut. Aktivitas yang dilatari cerita rakyat ini menarik untuk ditelisik.

Kini cakupan perhelatan diperluas. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan Festival Bau Nyale pada tahun 2018, yang memiliki agenda beragam acara, dari Tarung Peresean hingga kompetisi berselancar tingkat internasional.