Bui Warisan Kompeni

Bui Warisan Kompeni

Pengantar

Pengantar

Liputan khusus ini berangkat dari heboh sel penjara Setya Novanto di Sukamiskin yang berstatus cagar budaya beberapa waktu silam --sekarang Novanto dipindahkan ke lapas Gunung Sindur. Kami mencoba memberikan sudut pandang lain: memotret dari dalam lapas peninggalan era kolonial tersebut.

Ada 15 bangunan penjara kuno berstatus cagar budaya di Indonesia. Dari 15 itu, 9 di antaranya berfungsi sebagai bui, yakni: 8 lembaga pemasyarakatan dan 1 rumah tahanan militer. Dari beberapa penjara yang kami kunjungi, kami dikejutkan oleh momen-momen kemanusiaan yang ada di antara bangunan, penjaga dan penjahat, yang tinggal dan bekerja di sana.

Ada jejak Soekarno di Sukamiskin, penantian hukuman mati di Semarang, kelompok pemusik di lapas Tangerang dan kisah pembantaian di Tanjungpinang.

Beda zaman beda perlakuan

Beda zaman beda perlakuan

Sukamiskin dibangun pada 1918 sewaktu Hindia Belanda masih berada di bawah pengawasan Gubernur Jenderal Johan Paul van Limburg Stirum. Meski Lapas Sukamiskin terikat sejarah panjang, catatan tentangnya teramat sulit ditelusuri.

Wajah kekal Bulu lebih dari seabad

Wajah kekal Bulu lebih dari seabad

Sejak lebih dari seabad lalu hingga kini, Lapas Bulu masih menjadi tempat persinggahan narapidana kelas berat. Tak banyak perubahan bentuk bangunan.

Lapas Anak Wanita Tangerang

Sihir di sel pianis Hongaria

Pianis masyhur Lili Kraus pernah memancarkan pesonanya dalam lapas ini. Lebih dari 70 tahun kemudian, giliran kelompok musik Trallis.

Kode berdarah sel komunis

Kode berdarah sel komunis

Rumah Jil merupakan tempat populer, tetapi cuma sedikit yang menyadari masa lalunya yang kelam: sebagai tempat eksekusi yang mengerikan.

Melawan ketakutan di penjara tua

Melawan ketakutan di penjara tua

Penjara kuno sarat kisah kekejaman kolonial. Beberapa meninggalkan jejak mistis. Memicu ketakutan. Kadang ketakutan muncul pula dengan wajah lain: kebosanan.

Tim Penyusun

  • Pemimpin Redaksi: Yusro M Santoso

  • Penanggung Jawab: Yandi M Rofiyandi

  • Kepala Proyek: Heru Triyono, Muammar Fikrie

  • Penulis: Andi Baso Djaya, Andya Dhyaksa, Bonardo Maulana Wahono, Heru Triyono, Muammar Fikrie

  • Data: Aghnia Adzkia, Tasya Simatupang, Rabiatul Adawiyah, Nizmi Nasution

  • Fotografer: Bismo Agung, Wisnu Agung Prasetyo, Aditya Herlambang

  • Videografer: Tri Aryono Maelite, Aditya Nugraha

  • Infografer: Aghnia Adzkia, Muammar Fikrie

  • Ilustrator: Salni Setyadi, Sandy Nurdiansyah, Tito Sigilipoe

  • Tim Produk: Abraham Angela Handayani, Eka Candra Setyobudi, Febyola Aldo Brilyansyah, Henkie Prabancono, Prisca Prisilia, Trio Putra Candra Buwana

Bui Warisan Kompeni