Evolusi dangdut
Evolusi dangdut

Dangdut itu seperti air. Wadahnya bisa apa saja. Berpadu dengan rock bisa. Dicampur aduk dengan musik disko pun tambah asyik. Ditengahi irama rap dan hip-hop pun tak jadi soal. Dangdut bisa berbaur dengan apa saja.

Kalau diusut dari awal, orkes adalah akarnya. Orkes Harmonium dan Orkes Gambus tahun 30-an yang kental dengan irama padang pasir, Hindustan, Melayu, Latin dan Eropa. Perkawinan keduanya melahirkan Orkes Melayu, sang cikal bakal dangdut.

Soneta adalah titik apinya. Di tangan grup besutan Rhoma Irama ini, sejarah dangdut benar-benar dimulai.

Baru pada dekade 70-an ini, nama dangdut bergaung di mana-mana. Bermodal musikalitas mumpuni, dengan menggabungkan unsur pop dan rock, “sang Raja” mengangkat martabat musik dangdut.

Dangdut muncul segala macam panggung—dari kampung ke kampung, di stasiun radio dan televisi, bahkan di panggung-panggung kampanye politik. Selanjutnya, semesta dangdut adalah evolusi tanpa jeda.

Soneta jadi pembuka jalan bagi musisi-musisi dangdut lainnya. Irama kendang dan suling kemudian kawin-mawin dengan berbagai jenis musik.

Dari rock, pop, hiphop, disko, house sampai musik humor. Lahirlah sub-genre dangdut rock/pop, dangdut hiphop, dangdut hiphop dan sebagainya. Dekade 80-an sampai 90-an dangdut tumbuh subur di mana-mana.

Saling sentuh dangdut dengan musik-musik daerah pun melahirkan bermacam sub-genre dangdut baru. Ada koplo dari Jawa Timur. Lahir saluang dangdut di Sumatera Barat.

Dangdut tarling pun muncul di Jawa Barat. Dangdut merebak di mana-mana, berkelindan dengan unsur musik etnik Indonesia. Kita bisa simak irama ini dengan jelas pada era 80-an sampai 2000-an.

Via Vallen, misalnya, kita lihat bagaimana dangdut apik ditengahi irama rap dalam hits-nya, “Sayang”. Simak pula “Bukan Tercipta Untukku” Nella Kharisma—dangdut beriringan dengan musik house.

Atau Diana Sastra yang menggabungkan musik Tarling dengan dangdut. Begitu dangdut tersebar di era 2010-an sampai sekarang. Evolusi dangdut dengan bermacam genre musik lain memang terjadi sejak dari sononya.

Dengan linimasa ini, Lokadata Beritagar.id mempersembahkan sejarah dangdut secara ringkas. Keduanya merujuk pada Dangdut Stories karya A. Weintraub dan 100 Tahun Musik Indonesia milik Denny Sakrie, riset mandiri, wawancara dengan peneliti dangdut Michael HB Raditya dan pengarsip musik Indonesia David Tarigan.

Penyederhanaan tentu tak terhindarkan. Kami hanya menampilkan sub-genre dangdut yang kami anggap penting dengan musisi-musisi yang kami yakini ikonik di masanya masing-masing.

Selamat menelusuri sejarah goyangan dangdut di sepanjang zaman!

Orkes Gambus
Orkes Gambus
Orkes Melayu
Orkes Melayu
Orkes Melayu ala India
Orkes Melayu ala India
Dangdut Pop/Rock
Dangdut Pop/Rock
Dangdut Pop
Dangdut Pop
Dangdut Humor
Dangdut Humor
Dangdut Disko/House
Dangdut Disko/House
Dangdut Pop
Dangdut Pop
Dangdut Daerah
Dangdut Daerah
Dangdut Koplo
Dangdut Koplo
Dangdut Pop
Dangdut Pop
Dangdut House
Dangdut House
Dangdut Hiphop
Dangdut Hiphop
Dangdut Pop Modern
Dangdut Pop Modern

Judul Lagu

Nama Artis